“DED dan pembebasan lahan sekeliling proyek mempercepat pelaksanaan kegiatan normalisasi Batang Timbalun nantinya. Di sekitar normalisasi itu bisa jadi lokasi wisata juga,” ungkap Leonardy.
Abrasi pantai pun kata Leonardy patut menjadi perhatian. Terlebih abrasi sudah mengakibatkan kerusakan bagi sejumlah rumah dan berkurangnya keindahan pantai di daerah Bungus. Terputus-putusnya proyek abrasi bisa disebabkan tidak ada yang memperjuangkan dan mengawal program beserta anggarannya saat pembahasan anggaran di DPRD Kota Padang.
Camat Bungus Teluk Kabung, M. Latif, S.Sos menyebutkan normalisasi yang dilaksanakan barulah sebatas menyusun batu-batu di pinggiran Batang Timbalun. Sebab selama ini jika banjir, banyak ekskavator yang masuk tapi hanya merapikan batu-batu besar di pinggir sungai. Saat banjir lagi, batu-batu itu mengumpul kembali ke tengah sungai.
“Kami berharap normalisasi yang permanen dan di proyek normalisasi pada kiri kanannya dibuat jalan karena ada rumah-rumah penduduk,” ujar M. Latif.























































