Padang, SPIRITSUMBAR.COM – Komisi III DPRD Padang menegaskan fokus utama dalam pembahasan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 adalah pada optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan efisiensi pemanfaatan aset, demi mendukung keberlanjutan pembangunan kota secara fiskal dan pelayanan publik yang berkualitas.
Sejumlah isu krusial mencuat dalam pembahasan tersebut, di antaranya adalah potensi kebocoran retribusi parkir yang masih menjadi perhatian serius DPRD bersama Dinas Perhubungan.
Komisi III menuntut transparansi dan peningkatan kinerja seluruh UPT Parkir, agar target PAD benar-benar tercapai tanpa celah penyimpangan.
Isu lain yang menjadi sorotan adalah pemanfaatan aset bangunan dan infrastruktur. Untuk tahun 2026, Komisi III belum merekomendasikan pembangunan proyek baru, namun lebih mendorong penataan kota yang maksimal dan pemanfaatan gedung-gedung yang selama ini belum digunakan secara optimal.
“Kita minta fokus dulu pada penataan dan efisiensi. Pembangunan baru bisa dipertimbangkan jika aset yang ada sudah benar-benar dimaksimalkan,” ujar Ketua Komisi III, Helmi Moesim.























































