“Jadi untuk mengejar penunjang yang belum selesai kita optimis bisa diselesaikan. Namun kendala krusialnya anggaran. Kita akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar terkait ini,” katanya.
Dia mengatakan, Penas KTNA 2023 kepentingan daerah dan nasional. Jadi kalau anggaran belum mencukupi harus ditambah. “Secara aturan itu bisa, kalau tidak bisa dibisakan sesuai dengan hasil kunjungan hari ini (kemarin-red). Kesimpulannya persiapan Penas KTNA tahun 2023 masih 75 persen,” tegasnya.
Anggota Komisi II DPRD Sumbar Syamsul Bahri mengatakan, momentum Penas KTNA tahun 2023 yang diselenggarakan di Sumbar, harus ditangkap sebagai peluang mempromosikan potensi daerah. Namun pihaknya melihat masih ada ketidaksiapan panitia dalam penyelenggaraan.
Hal itu bisa dilihat dari kurang sosialisasi dan promosi di berbagai daerah. Hingga sekarang baliho Penas KTNA saja belum banyak, padahal harus meriah.
Di kabupaten/kota lainnya saja belum ada pemberitahuan melalui spanduk-spanduk atau segala macamnya. Padahal yang akan datang itu Presiden pada acara pembukaan, namun kemeriahannya belum terasa.























































