Komisi II DPRD Padang Dorong Dinas Perdagangan Lebih Proaktif

Ekonomi Lesu dan Pedagang Pasar Raya Menjerit

oleh

“Orang-orang sekarang lebih pilih masak air sendiri. Dulu jualan 200 galon itu normal, sekarang 70 sampai 100 galon saja susah,” katanya.

Kondisi yang sama dirasakan Imaih, pemilik warung makan (ampera) di kawasan wisata Pantai Padang.

Menurutnya, wisatawan yang biasanya ramai dari daerah seperti Solok, Bukittinggi dan Payakumbuh, kini hanya muncul saat akhir pekan dan itu pun sebagian besar hanya datang untuk melihat-lihat tanpa membeli makanan.

Daya Beli Menurun Berdampak Pasar Ikut Lesu. Lesunya daya beli masyarakat disebut menjadi faktor utama dari sepinya aktivitas perdagangan. Menurut Murni, sekeras apapun usaha pengelola pasar menarik pengunjung, tetap sulit membuahkan hasil karena masyarakat memang sedang menahan pengeluaran.

“Bukan soal promosi atau tempatnya. Masalahnya orang-orang sekarang benar-benar tidak punya uang untuk belanja,” imbuhnya.

Murni bahkan mempertimbangkan untuk berhenti berdagang di Pasar Raya Padang Fase VIIpada akhir 2025, jika kondisi tidak kunjung membaik.

Menarik dibaca