“Di tengah keterbatasan para lansia, kehadiran dua yayasan ini menjadi jembatan antara kebutuhan dan harapan, antara sakit yang melemahkan dan semangat hidup yang ingin terus dipertahankan,” ujar Saribulih yang merupakan owner situs berita Spiritsumbar ini.
Melalui langkah-langkah kecil namun bermakna, Yayasan Rumah Yatim dan Yayasan Berkah Amal Salih membuktikan bahwa kepedulian yang konsisten mampu menghadirkan perubahan nyata.
Di Banuaran Nan XX, hari itu bukan sekadar hari kunjungan, melainkan momentum meneguhkan kembali nilai kemanusiaan. Bahwa setiap lansia layak hidup dengan martabat, perhatian, dan kasih sayang. (Salih)
























































