Ia sempat tersenyum tipis menyambut tamu-tamunya, meski tubuhnya masih lemah akibat stroke yang dialaminya beberapa waktu lalu. Kini, penyakit ginjal turut membebani kesehatannya.
Di ruang tamu sederhana, dialog penuh empati terjalin, menegaskan bahwa ia tidak sendirian dalam perjuangannya.
Dari sana, rombongan melanjutkan kunjungan ke Rusda Sabirin (69), warga RT 01 RW 12, yang tengah berjuang melawan tumor paru. Napasnya yang tersengal tidak menghalangi semangatnya untuk menyambut tamu dengan keramahan khas orang tua Minangkabau. Bantuan yang diberikan menjadi penguat harapan, bahwa ada banyak tangan yang masih peduli.

Kunjungan berikutnya menyentuh rumah Mawardi, seorang lansia berusia 100 tahun, warga RT 03 RW 12, yang juga mengalami stroke. Usia seabad lebih itu menjadikannya simbol keteguhan hidup. Sekaligus pengingat akan pentingnya kehadiran keluarga dan masyarakat dalam menjaga martabat lansia di usia senja.






















































