2. Dinas Perdagangan
Target: Rp10.100.000.000
Realisasi: Rp4.968.194.706 (49,19%)
Sisa target: Rp5.131.805.294
3. Dinas Pertanian
Target: Rp1.033.275.000
Realisasi: Rp498.370.400 (48,23%)
Sisa target: Rp534.904.600
4. Dinas Lingkungan Hidup
Target: Rp45.305.600.000
Realisasi: Rp21.713.631.138 (47,93%)
Sisa target: Rp23.591.968.862
5. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)
Target: Rp11.500.000.000
Realisasi: Rp3.559.429.596 (30,95%)
Sisa target: Rp7.940.570.404
Menanggapi hal tersebut, Rachmad Wijaya menilai rendahnya realisasi PAD mencerminkan lemahnya perencanaan dan pelaksanaan strategi dalam menggali potensi pendapatan daerah.
“Masih adanya OPD dengan capaian di bawah 60%, bahkan hanya 30%, menunjukkan masalah serius dalam kinerja. Kami mendesak Wali Kota untuk mengevaluasi kepala OPD dan jajarannya agar bekerja lebih inovatif dan strategis, bukan sekadar rutinitas,” tegas Rachmad, Selasa (1/10/2025).
Ia menambahkan, PAD merupakan tulang punggung pembiayaan pembangunan daerah, sehingga capaian yang rendah berpotensi mengganggu pelaksanaan program prioritas dan layanan publik.























































