Muhidi menjelaskan, Klinik UMKM Minang Bangkit dirancang dengan pendekatan layaknya layanan kesehatan, yakni melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi usaha pelaku UMKM.
“Karena ini klinik, maka intinya memeriksa. Apa masalah UMKM-nya, apa kebutuhannya, lalu apa resep agar UMKM itu bisa maju dan berkembang kembali,” ujarnya.
Pendekatan tersebut meliputi identifikasi persoalan usaha, analisis kebutuhan pendampingan, hingga pemberian rekomendasi atau strategi konkret yang aplikatif. Dengan pendekatan ini, pemulihan UMKM diharapkan tidak bersifat seremonial, melainkan memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.
Ia juga mengimbau seluruh pelaku UMKM, khususnya yang terdampak bencana, agar memanfaatkan keberadaan Klinik UMKM Minang Bangkit secara optimal sebagai sarana pemulihan dan peningkatan kapasitas usaha.
“Kita harap seluruh UMKM memanfaatkan momen ini sebaik mungkin. Ini adalah kesempatan untuk pulih dan bangkit kembali bersama,” ujarnya.























































