Bicara Sumatera Barat hari ini, terang dia, kondisinya tidak sedang baik-baik saja. Banyak persoalan yang harus diperbaiki dan membutuhkan pikiran-pikiran strategis sebagai jalan keluarnya.
Ia mengatakan, Sumatera Barat sebagai negeri yang filosofinya Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, sekarang ini banyak tumbuh berbagai penyakit masyarakat, diantaranya seperti narkoba dan LGBT dengan angka kasus termasuk tertinggi di Indonesia.
Sementara untuk pertumbuhan ekonomi juga sangatlah rendah. Pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat berada di urutan 9 dari sepuluh provinsi yang ada di Sumatera. Di lain sisi secara kualitas pendidikan, ia menilai kualitas pendidikan Sumatera Barat saat ini juga jauh menurun.
“Inilah kondisi Sumatera Barat pada hari ini. Di negeri yang kita cintai yang dulu banyak melahirkan tokoh-tokoh besar seperti Hamka, M Natsir, Syahrir, Agus Salim dan yang lainnya sekarang banyak hal yang harus kita perbaiki. Jawaban untuk itu tentu ada pada kita semua, akankah mengambil bahagian dalam persoalan yang ada tersebut, atau hanya berdiri di belakang. Jawabannya tentu juga akan tertuang dalam Muswil PB PII ini,” ucapnya.























































