Ketua DPRD Sumbar Ikut Berburu Takjil Sembari Silaturahmi ke Warga

oleh

“E Pak Supardi, singgah lah dulu pak, boli pabukoan kami (Pak Supardi, mampir dulu pak, beli takjil kami,” ungkap salah satu pedagang sambil menyambut tangan Supardi dengan hangat untuk bersalaman.

Sementara itu, dua orang anak gadis tak jauh dari tempat itu berbisik. “Bapoto wak jo Pak Supardi lu lah, apak tu di kampuang wak beliau banyak maagiah bantuan jawi (Berfoto kita dulu dengan Pak Supardi, di kampung kita, beliau banyak memberi bantuan sapi,” katanya setengah berbisik.

Di tengah keramaian sore itu, Supardi sambil berkelakar dengan pedagang, mengimbau pedagang untuk tidak mencampur makanan yang dijual dengan zat pengawet dan pemanis yang berbahaya bagi kesehatan.

“Kan lai pakai gulo cindua ko ni? Jan campua lo jo pemanis buatan atau pewarna,” celetuk Supardi pakai bahasa Minang.

“Ndak pak, kami lai pakai gulo soka,” jawab pedagang sambil membungkus makanan untuk diberikan ke Supardi.

Di Pasa Pabukoan ini tersedia beragam menu makanan dan jajanan. Namun yang paling banyak dicari adalah berbagai makanan tradisional, yang kadang hanya ada ketika bulan Ramadan.

Menarik dibaca