Selain itu, Muharlion mengecam adanya kuisioner di Kota Padang yang menanyakan jenis kelamin responden yang mencantumkan tiga jenis kelamin. “Masak di kuisioner itu ada pertanyaan yang mempertanyakan tiga jenis kelamin responden.
“Di kuisioner tersebut tertulis tida jenis kelamin, angka nol menanyakan pria, angka satu menanyakan wanita, dan angka dua menanyakan jenis kelamin LGBTQIA+,” jelasnya.
Sepanjang tahun 2025, tercatat terjadi penambahan sebanyak 192 kasus baru. Dengan demikian, total kasus HIV/AIDS di Kota Padang kini mencapai 2.026 kasus, meningkat dari 1.834 kasus pada tahun sebelumnya. (rel/salih)
















































