Menurut Muharlion, sistem satu komando dan satu pintu sangat penting agar tidak terjadi tumpang tindih distribusi.
Wilayah terdampak kekeringan, lanjutnya, cukup luas, mencakup Kecamatan Kuranji, Pauh, serta sebagian wilayah Padang Timur.
Untuk pengambilan air, ia menyarankan agar wilayah Kuranji tidak mengambil air dari Pauh karena antrean yang cukup panjang, melainkan melalui Instalasi Pengolahan Air (IPA) Palukahan.
“Air sudah bisa diambil di IPA Palukahan. Tinggal diatur komunikasinya oleh kepala BPBD agar distribusinya berjalan lancar dan merata,” jelasnya.
Selain langkah jangka pendek melalui pendistribusian air bersih menggunakan mobil tangki, Muharlion juga menekankan pentingnya solusi jangka menengah dan panjang melalui pembangunan sumur bor.
Ia mengungkapkan bahwa Balai terkait telah membuka peluang untuk pembangunan sumur bor dan meminta agar data kebutuhan segera disiapkan.
“Pembuatan sumur bor membutuhkan waktu, sekitar dua hingga tiga minggu. Karena itu, kita dorong Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) untuk segera berkoordinasi dengan balai agar proses ini dipercepat,” katanya.




















































