Senator asal Maluku ini menggambarkan hubungan dengan Rusia 70 tahun sebagai sahabat yang strategis. “Sudah ada kerjasama melalui Kemristek dan BATAN lokasi di Kalbar dan kami berharap ada peningkatan beasiswa mahasiswa belajar di sana khususnya aspek pertambangan, perhubungan, dan perkapalan”, ujarnya.
Nono melanjutkan di bidang militer, TNI AU berharap Sukhoi bertambah karena situasi sangat dinamis. “Rusia secara geografi jauh tetapi secara geopolitik sangat dekat sehingga butuh untuk meningkatkan stabilitas keamanan yang menunjang, ” ungkapnya.
Sementara itu, Duta Besar Rusia Lyudmila Georgievna Vorobieva mengatakan dari sejarah 70 tahun hubungan Rusia-Indonesia telah mengalami banyak peristiwa. “Ketua DPD RI sebelumnya, Bapak Oesman Sapta mengunjungi Rusia pada tahun 2018 dan ada rencana pengembangan hubungan kedua lembaga”, terangnya.
Menurutnya, DPD RI sangat memperhatikan berbagai macam proyek kerjasama antara lain perkeretapian di Kalimantan. Bidang yang sangat prospektif adalah energi khususnya energi nuklir dan kerjasama di bidang militer juga penting. “Kami siap untuk penyediaan alutsista” paparnya. (Salih /Rel)























































