Menanggapi sejumlah aspirasi tersebut, Lanyalla berjanji akan menyampaikan kepada pemerintah tentang pentingnya menjaga warisan lehuhur dan perlunya memastikan generasi penerus pengrajin keris tetap ada dan lestari. Sehingga warisan budaya yang telah mendapat pengakuan dari Unesco pada tahun 2005 tersebut tak hilang ditelan jaman.
Lanyalla yang pada tahun 2003 mendapat gelar Kanjeng Raden Haryo Tumenggung (KRHT) itu juga berjanji akan memotori terwujudnya pameran keris skala nasional yang diharapkan dapat menjadi agenda tahunan resmi pemerintah Indonesia. “Insya Allah saya akan motori, nanti kita cari waktu yang tepat,” ujar kolektor yang menyimpan sekitar 300 keris pusaka tersebut. (Salih /Rel)























































