Selanjutnya adalah kepala sekolah harus mampu membuat strategi perubahan sekolah, lakukan analisis SWOT (Strength/ Kekuatan, Weakness/ Kelemahan, Oportunity/ Peluang, Threat/ Ancaman). Tentukan apa saja kekuatan sekolah kita, kemudian dimana letak kelemahannnya, apa saja peluang yang ada, dan ancaman – ancaman yang merusak tatanan sekolah. Dari analisis SWOT yang ada, maka kita akan bisa merancang perkembangan sekolah yang akan datang.
Hal kelima yang harus dilakukan seorang kepala sekolah adalah Siap menerima masukan dan kritikan, seorang kepala sekolah tidak selalu benar, ia juga mempunyai kelemahan, maka tidak ada salahnya seorang kepala sekolah menerima kritikan dan saran dari bawahan yang sifatnya memperbaiki kelemahan atau kekurangan tersebut, lakukan azas musyawarah dalam memecahkan masalah yang ada, karena beban yang berat akan terasa ringan bila dipikul secara bersama-sama atau gotong royong.
Seorang kepala sekolah harus punya motivasi diri yang kuat, dengan tekat bahwa hari ini, harus lebih baik dari hari kemaren, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini, jangan sampai ketika kita dipercayakan memimpin sebuah sekolah, sekolah tersebut semakin merosot dari ketika awal kita terima,ini termasuk orang yang merugi. Semoga kita bisa terhindar dari itu dan menjadi kepala sekolah yang amanah.























































