Kenang Tragedi Wamena, Warga Lubuk Sikarah Menangis di Depan Nasrul Abit

oleh

Waktu kerusuhan itu terjadi, Des menangis mengenang nasib perantau Minang di Wamena. Lalu datang seorang Nasrul Abit sebagai penyelamat bagi perantau. “Katiko itu ambo manangih, Pak. Baa lah nasib urang awak di situ. Ambo yo sabana bersyukur, Pak. Ambo badoa semoga kebaikan Apak dibalas Allah SWT (saat itu saya menangis, Pak. Bagaimana nasib perantau Minang di sana. Saya sangat bersyukur, Pak. Saya berdoa agar kebaikan bapak dibalas Allah SWT,” ujarnya.

Dengan rendah hati, Nasrul Abit menjawab bahwa yang dia lakukan merupakan tugas mulia, yakni bisa menyelamatkan dan membawa pulang perantau Minang korban kerusuhan.

“Itu tugas ambo. Sebagai pemimpin, ado masyarakat dalam kesusahan, ambo harus hadir. Kok tabanam, ambo selami ma. Kok hilang, di ma rimbonyo. Ambo batangguang jawab atas masyarakat ambo (itu tugas saya. Sebagai pemimpin saya harus hadir saat ada masyarakat dalam kesusahan. Kalau terbenam, saya selami. Kalau hilang, di mana rimbanya. Saya bertanggung jawab atas masyarakat saya),” tuturnya.

Menarik dibaca