Dalam pertemuan yang penuh dengan guyonan itu, Mirwan Pulungan menegaskan Kosgoro harus mampu mengembalikan jati dirinya. “Sebelumnya, Kosgoro selalu sebagai penentu dalam mengambil keputusan. Malahan, keberadaan Kosgoro sangat diperhitungkan oleh Partai Golkar. Begitu juga dalam penempatan seseorang di pemerintahan. Ke depan, kita ingin mengembalikan power Kosgoro. Hal itu akan bisa terjadi jika dipimpin oleh orang yang memiliki militansi tinggi dan berjiwa petarung,” ujarnya.
Di sisi lain, mereka yang hadir menyepakati untuk mengoptimalkan sekretariat Kosgoro di Komplek GOR H. Agus Salim sebagai sumber kegiatan ekonomi. “Kosgoro itu juga dikenal dengan sumber kegiatan ekonomi. Sementara saat ini hanya saya dan Mirwan yang masih berkiprah di sektor koperasi,” ujar Chandra yang diaminkan Wahyu Iramana Putra.
Taragak basuo yang digagas dr. Afando Ekardo, Nofi Sastra dan Syaharman Zanhar itu juga bertekad untuk kembali mengimplementasikan Tri Darma Kosgoro ke tengah masyarakat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. “Kita ingin membangun negeri ini dengan semboyan yang kita miliki, yakni Pengabdian, Kerakyatan dan Solidaritas,” ujar Nofi Sastra.





















































