Jose Rizal Tawarkan Neo-weberian Digital untuk reformasi birokrasi daerah

Raih Predikat Cumlaude, resmi meraih gelar Doktor Sosiologi Universitas Indonesia ke-143

oleh

Dalam disertasinya, Kepala Bagian Kelembagaan Kemendagri ini memperkenalkan novelty teoretik Neo-Weberian Digital (NWD), sebuah kerangka yang menegaskan bahwa digitalisasi tidak menghapus birokrasi Weberian.

Melainkan mentransformasikannya menjadi arena baru yang diwarnai data, platform, dan algoritma. Studi kasus Jakarta Smart City menunjukkan bagaimana relasi aktor, struktur, dan habitus birokrasi berubah secara mendasar.

Menurut Jose yang juga akrab dikenal sebagai Sosiolog IPDN ini, NWD menawarkan jalan tengah antara efisiensi digital dan legitimasi negara.

Model ini dinilai relevan bagi pemerintah daerah untuk mengefisienkan anggaran, memangkas duplikasi program, dan meningkatkan efektivitas pelayanan publik tanpa kehilangan akuntabilitas.

Promotor Prof. Iwan Gardono Sudjatmiko, Ph.D menilai disertasi ini memberikan kontribusi penting bagi ilmu sosiologi pemerintahan. “Neo-Weberian Digital memberi perspektif baru bahwa efisiensi tidak harus mengorbankan legalitas dan etika,” ujarnya.

Menarik dibaca