Sebenarnya saya pada mulanya optimis Jokowi akan lebih sublimatf memimpin. Karena performancenya yang terlihat rendah hati dan cerdas, walau terbungkus stylist-nya yang alami. Dikemudian hari saya berfikir ulang dengan persepsi, saya itu setelah melihat rangkaian kinerja yang jauh dari ekspektasi.
Infrastruktur dan kehidupan politik sebagai variabel penting dalam pembanguan di negara demokrasi begitu berserakan. Atmosfir politik begitu panas, tidak sedikit partai politik (parpol) saling berkelahi antar sesamanya. Bahkan ditingkat ormaspun KNPI terpecah 3 kepengurusan.
Kehidupan sosial keagaamaan tidak lebih baik dari nasib parpol. Saling fitnah dan adu domba antar anak bangsa dan sebentar lagi menjadi tabiat kebudayaan yang destruktif. Jika tidak diselesaikan dengan cara yang tepat dan berkeadilan.
Disektor ekonomi, negara semakin nyata masuk dalam jeratan rentenir internasional. Sementara uang pinjaman tidak jelas kemana larinya. Satu demi satu BUMN tergadai pada rentenir internasional dan para relawan pilpres yg berada didalamnya tidak terlihat kinerjanya.























































