Jengkol Antara Fenomena dan Manfaat

Jengkol adalah salah satu pangan lokal khas Asia Tenggara yang punya penggemar fanatik

oleh

Masalah klasik jengkol: bau dan risiko kesehatan tertentu
Jengkol punya dua “catatan besar” yang wajib dipahami:

  1. Bau menyengat. Aroma jengkol berasal dari senyawa sulfur dan komponen lain. Bau ini bisa keluar lewat napas dan urin, terutama bila konsumsinya banyak.
  2. Risiko jengkolan atau keracunan jengkol. Ini poin penting. Pada sebagian orang, konsumsi jengkol berlebihan dapat memicu kondisi yang dikenal sebagai jengkolan. Yaitu gangguan akibat kristal asam jengkolat yang dapat mengiritasi saluran kemih dan mengganggu fungsi ginjal.Gejala bisa meliputi: nyeri saat buang air kecil, urine berkurang, nyeri perut atau pinggang, dan mual.

Kelompok yang sebaiknya lebih hati-hati atau menghindari:

  1. Orang dengan riwayat penyakit ginjal,
  2. Pernah mengalami jengkolan,
  3. Anak-anak (lebih sensitif),
  4. Orang yang mudah dehidrasi.
  5. Tips konsumsi jengkol yang lebih aman dan lebih ramah

Berikut praktik yang sering dianjurkan secara kuliner-tradisional untuk mengurangi risiko dan aromanya (tetap tidak menjamin 100 persen, tetapi membantu):

Menarik dibaca