Politisi PKS ini menunjukkan, bahwa selama dedikasi Gubernur Sumbar yang diawali tahun 2000, Irwan Prayitno selalu berusaha mempersembahkan fisik dan pemikirannya untuk masyarakat Sumbar. Tidak ada hari yang terlepas untuk memikirkan kemajuan Sumatera Barat, meskipun dalam keadaan liburan.
Nevi mengatakan, Gubernur Irwan adalah kader PKS yang tidak pernah berhenti bergerak. Sebelum menjadi Gubernur, dimana waktu itu masih menjadi Anggota DPR RI, sosok Irwan Prayitno selalu beraktivitas bersama masyarakat. Baik itu di lingkungan keagamaan, klub olahraga maupun otomotif, perkumpulan para pedagang hingga jalinan silaturahmi masyarakat minang di perantauan.
Sebagai kader PKS, lanjut Nevi, Irwan Prayitno telah mencurahkan pemikirannya dalam bentuk buku yang bertujuan memperkuat nilai-nilai pemikiran Anggota Partai maupun masyarakat luas, sehingga SDM di Sumbar memiliki karakter dan Ideologi keIslaman yang kokoh.
“Salah satu yang membanggakan bagi saya, sebagai anggota DPR RI dapil Sumbar adalah, bahwa Gubernur IP dapat menitipkan ‘legacynya’ kepada Gubernur terpilih pada Pilkada 9 Desember 2020 yang juga kader PKS. Ini adalah kondisi pertama kali bagi PKS di seluruh Indonesia, bawa PKS melanjutkan tampuk kepemimpinan di tingkat propinsi setelah 10 tahun menjabat”, ujar Nevi.



















































