“Saya niatnya ingin pulang kampung dari Sampit bersama anak dan mertua, kemarin jam empat sore. Saya sudah resign di sini. Tapi, sewaktu di bandara, ada pengecekan suhu tubuh. Ternyata suhu anak saya tinggi, 38,3 derajat celsius. Kami tidak diizinkan berangkat,” ujarnya kepada covesia.com, Sabtu (13/6/2020).
Ade sebenarnya menolak pembatalan keberangkatan itu. Sebab, dia, anak, dan mertuanya sudah mengantongi surat keterangan telah melakukan rapid test dengan hasil negatif Covid-19.
Namun, kata Ade, pihak bandara tetap tidak mengizinkan karena suhu tubuh anaknya tinggi. Sebagaimana diketahui, suhu tubuh tinggi lewat 37 derajat celsius merupakan salah satu gejala seseorang terinfeksi virus corona.
Pihak bandara lalu menghubungi pihak gugus tugas penanganan Covid-19 setempat. Setelah konsultasi dengan dokter anak di rumah sakit, diputuskan bahwa sang anak harus isolasi mandiri.
“Tiba di rumah sakit, langsung isolasi. Dia diisolasi mulai jam enam malam kemarin. Pada malam kemarin, anak saya juga sudah dilakukan tes swab oleh petugas medis. Sedang mertua berada di rumah sakit untuk mendampingi anak di kamar isolasi,” jelasnya.
























































