Akibatnya, musibah banjir dan tanah longsor sering terjadi dimana-mana, di sejumlah daerah. “Bencana tidak bisa kita tahan, tapi timbulnya korban manusia, sebetulnya bisa diantisipasi,” sebut Irwan Prayitno.
Kepada bupati, gubernur ingatkan agar senantiasa mengunjungi kawasan hulu sungai, minimal setiap enam bulan atau dua kali dalam enam bulan.
“Kami di Pemprov sudah 4 kali menyurati Kabupaten Kota, kedepan diharapakan pemda mengajak dan dan melibatkan aparat TNI Polri, bawa juga drone untuk memantau daerah hulu sungai, serta bekali dengan gergaji sinso dan peralatan lainnya. Karena, jika ada kayu yang berpotensi menghalangi arus sungai, langsung bisa dipotong dan dibersihkan,” imbau gubernur
Artikel Lainnya
Upaya-upaya seperti itu akan dapat meminimalisir terjadinya banjir bandang, tambahnya. “Sebenarnya, potensi banjir dan tanah longsor bisa diantisipasi dan diprediksi. Hal tersebut beda dengan bencana gempa, tsunami atau gunung meletus, yang sama sekali tidak terprediksi secara pasti,” ujarnya.























































