Inovasi dan Digitalisasi Memakmurkan Masjid

oleh

Kreatifitas dan inovasi pengurus menjadi keharusan. Betapa banyak masjid yang tidak mampu melayani jamaah secara maksimal. Akibatnya, sudahlah masjid kecil, jamaah pun hanya secuil. Karena, kenyamanan jamaah adalah hal yang sangat penting dalam beribadah. Baik ibadah rutin, pendidikan dan kegiatan lain.

Sebagai contoh, Masjid Al Quwait, Kelurahan Banuaran Nan XX, Kecamatan Lubuak Bagaluang, Kota Padang. Masjid berukuran 10 x 12 meter ini tak bakalan bisa, hanya mengandalkan sumber pendanaan untuk kebutuhan masjid dari jamaah saja.

Kehadiran masjid ini, hanya sebagai faktor keberuntungan dan hikmah dari bencana gempa 2009 saja. Karena, sebelum gempa mendera, di fasum tempat berdirinya masjid ini hanya akan dibangun mushalla.

Tapi, itulah kebesaran Allah SWT, yang telah menjadikan lokasi tersebut sebagai tempat kegiatan umat. Walau dari sumber dana dari jamaah tetap, tidak begitu baik, namun masih berupaya eksis demi kemaslahatan umat.

Infak setiap Jumat hanya berkisar Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu. Bahkan, sekali kali dibawah Rp100 ribu. Sedangkan untuk honor khatib saja yang Rp200 ribu sudah tidak tertutupi. Belum lagi biaya rutin lainnya, seperti listrik plus perawatan AC dan lainnya, honor gharin, imam dan petugas kebersihan. Termasuk honor 3 orang guru TPQ yang masih disubsidi masjid.

Menarik dibaca