Inovasi dan Digitalisasi Memakmurkan Masjid

oleh

Umat Islam berlomba lomba membangun masjid. Hal ini dengan asumsi jumlah penduduk makin meningkat. Yang dikhawatirkan masjid yang ada, tidak mampu menampung jumlah jamaah yang melaksanakan shalat berjamaah.

Namun, kehadiran banyak masjid, ternyata tidak berbanding lurus dengan umat Islam yang melaksanakan shalat berjamaah. Dampaknya, fluktuasi jamaah sangat tajam. Pada Hari Besar Islam (PHBI), masjid penuh sesak. Sementara, diwaktu hal yang wajib (Shalat 5 waktu) nyaris terasa sepi.

Walau begitu, tingkat keberuntungan masih berpihak pada masjid besar. Dengan jumlah jamaah yang masih relatif banyak, mereka tidak begitu kesulitan dalam hal keuangan.

Kasarnya, berzikir saja pengurus dalam masjid, infak dan sedekah akan tetap mengalir. Apalagi, kalau pengurus kreatif dan inovatif, tentu kebutuhan akan berlimpah ruah. Terlebih kalau masjid itu berada pada lokasi tingkat ekonomi masyarakat yang mapan. Ditopang pula oleh tingkat kepedulian terhadap rumah ibadah yang baik. Bagaimana masjid kecil yang berada di pemukiman dengan sektor ekonomi masyarakat dibawah rata rata?

Menarik dibaca