Berbarengan itu, kemudian seorang penulis asal Belanda menulis Padang Panjang sebagai Mesir van Andalas, ungkap A. Nadjir Joenoes, mantan wartawan/kolumnis 1950-1960 dan dosen ASKI Padang Panjang (1980-1990-an), sebagai pemuka masyarakat pada peringatan HUT Kota Padang Panjang pada 1994 silam.
Informasi Nadjir Joenoes itulah yang mendorong Gubernur Sumbar Hasan Basri Durin pada HUT tahun 1994 itu, agar Pemko Padang Panjang bersama DPRD dan pihak terkait mengevaluasi hari ulang tahun kota Padang Panjang. Sebab, jika tradisi HUT dengan UU No.8/1956 tentang pembentukan Padang Panjang sebagai kota kecil itu dilanjutkan, generasi mendatang dikhawatirkan bisa lupa sejarah kotanya.
Saran Gubernur Hasan Basri Durin itulah kemudian yang ditindaklanjuti oleh Pemko Padang Panjang mulai dari era Walikota Loekman Gindo, Yohanis Tamin dan terakhir jadi final bergeser ke 1 Desember 1790 M di era Walikota Suir Syam. Perubahan HJK Padang Panjang itu diperkuat dengan Perda No.17/2004.























































