Hasrat untuk Berubah

oleh

Di sisi lain, mau tidak mau kita harus bisa melaksanakan pembelajaran secara virtual (keluar dari zona nyaman). Untuk itu pendidik harus terus belajar untuk menguasai teknologi informasi yang berbasis internet tersebut. Pembelajaran harus tetap jalan walaupun tidak dengan tatap muka. Itulah esensinya, kita tidak kamana-mana, tapi kita ada dimana-mana.

Lantas, dari mana perubahan itu harus dimulai? Apakah kita berharap orang lain akan terus membantu kita tanpa kita berkomitmen untuk berubah? Tentu tidak. Perubahan harus dimulai dari diri sendiri.

Kita jangan bermimpi untuk mengubah dunia tanpa kita sendiri yang berubah terlebih dahulu. Pesan untuk berubah ini sudah tertulis dalam puisi yang tertulis pada. batu nisan di Westminster Abbey, Inggris pada tahun 1100 M, yang sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, dengan judul ‘Hasrat Untuk Berubah.’

Puisi tersebut mengajarkan kepada kita untuk selalu cepat dan tepat memulai. Cepat memulai berarti mulai dari diri sendiri saat ini juga, dan tepat memulai berarti memulai dengan benar, yaitu mulai dari yang terkecil terlebih dahulu. Pesan ini juga sering dinasehatkan oleh Aa Gym, “Mulai dari diri sendiri, mulai dari hal terkecil, dan mulailah saat ini“. Jadi, setiap perubahan yang besar selalu diawali oleh perubahan yang kecil. Mari berubah menjadi lebih baik.

Menarik dibaca