Menurutnya, setiap hari hujan jalan terpaksa ditutup dengan karung berisi pasir. Jika tidak, air yang kotor akan mengalir dan masuk ke rumah warga. Hal ini ujarnya, jelas tidak baik untuk kesehatan.
Saribulih malah mengaku heran dengan adanya bangunan ruko tanpa plang IMB. Hal ini ujarnya, juga sudah pernah disampaikan pada lurah, namun juga tidak direspon.
“Kita tak ingin terjadi konflik horizontal antar pemilik bangunan dengan warga. Hal ini juga sudah disampaikan pada tukang yang mengerjakan bangunan tersebut untuk disampaikan pada pemilik. Karena, kita memang tidak pernah bertemu dengan pemilik ruko tersebut,” ujar Saribulih yang juga Ketua Masjid Al Quwait ini.
Saribulih berharap, agar para pengambil kebijakan agar menindaklanjuti hal ini. Dia juga minta pihak penegak Perda atau Satpol PP ikut serta menindaklanjuti bangunan yang diduga tidak memiliki IMB ini. “Kita tidak ingin terjadi konflik. Apalagi, pemilik bangunan ini juga aparat dan tidak pernah melapor pada RT ,” ujarnya.



















































