Memang untuk berliterasi di sekolah bukan saja memanfaatkan buku-buku bacaan yang ada dalam perpustakaan tersusun rapi di rak-rak perpustakaan. Juga, menggunakan alat peraga dan mainan edukatif yang bisa mendukung kegiatan literasi di sekolah dan buku digital juga bisa dimamfaatkan untuk kegiatan literasi di sekolah.
Disamping itu, membuat pojok baca di ruang kelas juga merupakan upaya membentuk budaya minat baca peserta didik lebih meningkat sebagai kecintaannya kepada buku untuk membuka ilmu pengetahuan secara mudah oleh peserta didik secara mudah yang di akses di dalam kelas mereka masing-masing melalui kontrol Wali kelas masing-masing kelas yang dibinanya.
Di pandemi saat ini sebetulnya gerakan literasi masih bisa dilaksanakan melalui media , menggiatkan peserta didik untuk membaca dan menulis. Pandemi bukanlah penghalang untuk melakukan gerakan literasi di sekolah, hanya saja kita perlu kreativitas untuk melakukan kegiatan literasi tersebut sehingga tetap berjalan , bagaimana peserta didik selalu berminat untuk berliterasi.























































