Gerak Cepat, Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Dampingi Peninjauan Lokasi Pembangunan Jembatan Bidan Dona Lubis

oleh

Dari kantor bupati setempat menuju pangkalan ojek memakan waktu 2 jam perjalanan. Sesampai di pangkalan ojek, perjalanan tidak bisa lagi menggunakan kendaraan roda empat. Hal ini dikarenakan jalan yang akan dilalui berupa jalan setapak atau jalan tanah. Hanya kendaraan roda dua yang bisa lewat.

Namun tidak semua jenis kendaraan roda dua bisa mengakses jalan itu. Ini dikarenakan kondisi jalan setapak tersebut cukup ekstrim. Tanah banyak tidak rata dan ditemui banyak gundukan-gundukan. Ada pula jalur pendakian. Termasuk jalan berlubang atau terban karena tanah yang amblas terkikis.

Acap pula ditemui kondisi tanah becek dan berlumpur karena terendam air. Sementara di kanan kiri seringkali banyak semak belukar. Selama empat puluh menit kondisi jalanan itu mesti dilalui.

Sesampai tim survei di sana, jembatan yang roboh telah diperbaiki menjadi jembatan darurat. Namun kondisinya masih belum aman dan layak untuk digunakan masyarakat. “Kita lihat jembatan yang roboh sudah diperbaiki. Ini jembatan darurat yang masih belum terbilang aman dan nyaman digunakan warga,” kata Evi.

Menarik dibaca