Mobil pemadam kebakaran kemudian didatangkan untuk menjinakkan si jago merah yang terus membara. setelah berjuang selama 30 menit, akhirnya petugas berhasil menguasai keadaan dan memadamkan api.
“Karena ini menyangkut nyawa manusia, maka dalam simulasi ini, yang kami utamakan adalah keselamatan jiwa anggota kami yang mengalami luka-luka akibat ledakan di depot pertamina. Setelah itu barulah dilakukan proses pemadaman,” ujar Ridwan, Operation Head DPPU BIM.
Setelah keadaan kondusif, para pekerja kemudian menuju tempat evakuasi akhir, untuk menghindari jika terjadi tsunami. Dengan simulasi seperti ini, pihak pertamina berharap, anggotanya di lapangan dapat menjalankan prosedur tetap jika terjadi bencana, baik itu gempa, tsunami maupun kebakaran di area depot pertamina di Bandara Internasional Minangkabau. (dio)



















































