Gara Gara Ambulance, Puskesmas Ini Telantarkan Pasien di Malam Buta

oleh

Mendengar itu, adik pasien, Darwis (37) langsung bertanya ” Berapa biaya bensin yang harus kami bayar untuk membawa kakak saya ke RSUD Painan Pak” tanya Darwis.

“Rp175 ribu pak”jawab pegawai di Puskesmas.

Setelah itu, pegawai tadi langsung menuju menemui sopir. Tapi apa daya, disaat keluarga pasien mau membayar, pegawai puskesmas menyampaikan bahwa mobil tidak bisa digunakan dengan dalih mobil tidak bisa hidup.

Sungguh miris. Dalam kondisi hujan lebat, Pihak keluarga akhirnya berusaha mencari mobil orang lain supaya pasien bisa segera dilarikan ke RSUD Painan. Pasien waktu itu mengalami muntah muntah dan pingsan akibat jatuh di kamar mandi.

Dari insiden tersebut, Keluarga pasien menilai, para pegawai puskesmas Batang Kapas sengaja melalaikan atas pelayanan.

Kepada wartawan via selular, Selasa (7/3/2017) Kepala Puskesmas Kecamatan Batang Kapas, Dudi Amri mengatakan, terkait dengan hal tersebut, pihaknya bakal lakukan kroscek ke Puskesmas terlebih dahulu, dan nanti akan diinformasikan lagi.

Menarik dibaca