Marenten bukan sekedar hiburan semata dengan panggung hiburan, door prize, permainan KIM dan makan bersama. Lebih dari itu diharapkan meningkatnya silaturrahmi dan kepedulian sesama orang sekampung. Upaya peningkatan ekonomi juga, karena panitia menyiapkan booth dengan jumlah terbatas bagi UMKM untuk menggelar kuliner Minang. Dan itu sangat direspon oleh perantau Padang Panjang. Ada yang mau jualan kue tradisi, aneka samba, minuman dan lainnya.
Marenten yang dalam Bahasa Minangnya berarti pergi bermain/berkumpul dan bersilaturahmi . Marenten 7 dengan Ketua Pelaksana Zul Indra, benar benar memanjakan pesertanya. Banyak hadiah menarik untuk dibawa pulang, konsumsi, baju kaos dan panggung hiburan. Semua itu gratis.
Sumber dananya yang mencapai seratus juta itu berasal dari sumbangan anggota dan simpatisan Flipper’s, sumbangan komunitas serta donatur lainnya yang sifatnya tidak mengikat.
Lantas, adakah pejabat dari Kota Padang Panjang, Sumbar, daerah tempat lahirnya Flipper’s Organization tahun 1982 silam ikut hadir di Marenten 7? “Undangan telah kita kirim ke Walikota, Wakil Walikota, dan Ketua DPRD. Namun hingga hari ini, Rabu, (19/11) belum terkonfirmasi kehadirannya,” serbut Gazali menjawab pertanyaan Spiritsumbar lewat telepon.






















































