“Kita ingin dalam workshop ini semua pengelola website mampu menjabarkan semua aplikasi yang diembankan pada mereka, sehingga transparansi tercipta dengan baik,” ulas Isa Kurniawan.
Hal senada juga disampaikan Wakil ketua KI Sumbar, Adrian Tuswandi, dimana semua pihak termasuk pemerintahan nagari, memahami bagaimana keterbukaan secara digital bisa dilaksanakan dan diakses dengan baik.
“Kita berharap, kabupaten dan kota se-Sumbar bisa membantu rencana kegiatan ini, karena amat bermanfaat untuk kepentingan bersama, dalam menciptakan transparansi publik,” punya Adrian Tuswandi yang kerap dipanggil Toaix.
Selain Toaix dan Isa, tampak anggota FJKIP lainnya juga memberikan berbagai masukan, sehingga rencana ini dapat berjalan dengan baik, sehingga bisa membantu KI dalam melakukan berbagai penilaian keterbukaan pada berbagai instansi sampai ke nagari dan desa.
“Kita harus memulai ini dengan baik dan serius, sehingga workshop tersebut memang terasa manfaatnya bagi para peserta, juga pada lembaga,” tambah Almudazir yang merupakan bendahara FJKIP Sumbar.





















































