Sejak pagi suasana Tangsi Baru cukup meriah dengan penampilan Band Tumerco. Kemudian alunan lembut Keroncong Setia Abadi dan atraksi Kuda Kepang Harapan Jaya menghibur masyarakat dan para wisatawan yang sedang berkunjung ke objek wisata Lubang Mbah Suro dan Museum Gudang Ransum yang ada di kawasan itu.
Malam harinya aroma etnik Jawa yang lahir dari tarian dan alunan gamelan Paguyuban Kalimosodo menjadi pembuka malam puncak Festival. Aroma etnik minang juga memperkaya suasana Kampung Seni dengan alunan akustik Talempong yang mengiringi lincah langkah penari-penari sanggar Galang Maimbau dan sanggar Parmato Hitam.
Kedua sanggar tari tersebut merupakan sanggar tari tertua yang ada di kota wisata tambang. Kedua sanggar menampilkan karya tari etnik kontemporer yang tercipta dari kekayaan kota Sawahlunto. Seperti tari Sumarak Songket yang menceritakan tradisi bertenun masyarakat Sawahlunto karya Sanggar Galang Maimbau dan tari Asik Lukah yang dipersembahkan oleh Sanggar Parmato Hitam yang menceritakan sebuah permainan tradisional yaitu Lukah (menangkap ikan).
























































