“Ke depannya, sungai ini akan dibuatkan DAM-nya, agar air sungai tidak melebar. Jika proyek pembangunan ini jalan, diharapkan kerjasama warganya dalam menyukseskannya,” ucap Evi Yandri yang selalu bersedia di ganggu jam berapa pun oleh warganya.
Dan, ketika meninggalkan lokasi batu busuak dengan ‘kuda besinya’ malam itu, Senin (29/12), Evi Yandri melihat ke luar kondisi sungai yang airnya melebar.
Entah apa yang dipikirkannya, yang jelas ia bekerja dan melayani dengan hati suci, sehingga diberikan kekuatan untuk membantu mereka yang membutuhkan pertolongannya. (*)






















































