Tak heran, sikap disiplinnya sudah terbentuk ketika ia ditepa sebagai pekerja di salah satu perusahaan otomotif di Negeri Sakura itu.
“Intinya saya bekerja dari hati, melayani dan mengayomi masyarakat dengan sepenuh jiwa dan raga,” ucap Evi Yandri ketika ditanya tentang tips menjaga kesehatan, di tengah kesibukannya ke lokasi bencana.
Bahkan, sebagai inisiator pembangunan hunian sementara (huntara) mandiri di Pauh, tak jarang Evi Yandri menghabiskan hari-harinya di lokasi bencana.
“Selama pembangunan huntara ini, saya berkantor di sini, Pauh,” ucap Evi Yandri yang setiap hari memantau proses pembangunan 100 unit huntara untuk penyintas bencana banjir dan galodo di Pauh.
Ia pun agak sedih, karena proses pembangunan agak telat sedikit, karena kekurangan tukang. Tapi itu tak mematahkan semangatnya.
“In syaa Allah segera selesai dan ditempati saudara kita yang rumahnya hanyut di hondoh banjir bandang,” ucap Evi Yandri.
Tak hanya itu, ia pun dengan sigap melihat kondisi pengerokan bebatuan di Sungai Batu Busuak.






















































