Simak : 15 Daerah di Sumbar Tunda PBM Tatap Muka
Dia menegaskan, persiapan atau rencana pembelajaran sangat penting dalam menjalankan proses belajar mengajar (PBM). “Jika tidak bawa RPP, guru tidak usah masuk kelas. Karena, pedoman PBM adalah RPP. Untuk itu, RPP harus sudah ada sebelum tahun ajaran baru dilaksanakan,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala SMPN 4 Koto XI Tarusan, H. Arbais, M.Pd. mengungkapkan whorkshop ini sebagai upaya untuk mempersiapkan proses belajar mengajar (PBM) untuk tahun ajaran 2020 – 2021.
Simak : Tak Ingin Korbankan Siswa, Pemko Solok Terapkan Sistem Tatap Maya
Selain mempersiapkan rencana pembelajaran, juga untuk menginput berbagai kebutuhan para guru dalam PBM. “Kita akan penuhi berbagai kebutuhan, agar PBM bisa berjalan maksimal,” ujarnya.
Whorshop pemantapan proses pembelajaran ini berlangsung selama 2 hari. Pada Senin (6/7/2020) difokuskan pada bimbingan. Sementara, Selasa (7/7/2020) dilaksanakan secara mandiri. (Salih)



















































