Ekspos Pimpinan Yayasan Thawalib Padang Panjang diwakili oleh Ketua-II Bidang Fisik, Ali Usman Syuib di depan rombongan, menyebut perguran ini berdiri pada 1911 M dipelopori oleh Haji Abdul Karim Amrulllah(HAKA), ayah dari Buya HAMKA (Haji Abdul Malik Karim Amrullah).
Perguruan Thawalib Padang Panjang merupakan pesantren pola klasikal pertama di tanah air. Ini sebuah inovasi dari pengajian pola khalaqah (murid duduk di lantai melingkar di depan guru) di Surau Jambatan Basi (kini Masjid Zuamak), sekitar 150 meter arah timur dari Kampus-1 Thawalib kini.
Thawalib berdiri di awal abad ke-20 berbarengan dengan gerakan tokoh muda Islam di ranah Minang (Sumatera Barat kini) seperti Hamka dan Abdullah Ahmad. Kehadiran Thawalib diwarnai pemikiran Muhammad Abduh di Afgamistan. Berikut, gerakan tokoh muda Islam di Turki yang dikenal dengan sebutan Turki muda.
Karena itu, Perguruan Thawalib Padang Panjang menurut Ali Usman Syuib, salah seorang alumninya yang belakangan tampil jadi pengusaha sukses di Sumbar itu, berdiri di atas semua mashap, di atas semua partai politik, tidak takliq. Perinsip itu tetap berjalan utuh hingga abad ke-21 ini.





















































