Oleh karena itu, DPRD meminta agar penanganan dilakukan secara terintegrasi dengan sistem satu pintu dan satu komando. Sehingga distribusi air bersih dapat dilakukan lebih merata dan tepat sasaran.
BPBD Kota Padang dalam rapat tersebut menyatakan kesiapan untuk meningkatkan pelayanan distribusi air bersih dengan menambah armada mobil tangki melalui kolaborasi bersama Damkar, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas PU, serta instansi terkait lainnya.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat penyaluran air bersih ke wilayah-wilayah yang paling membutuhkan.
Sementara itu, PDAM Kota Padang menegaskan komitmennya untuk tetap fokus pada pelayanan pelanggan sesuai dengan tugas dan fungsi (tupoksi) PDAM.
Namun demikian, PDAM juga menyatakan dukungannya terhadap suplai air bersih bagi masyarakat terdampak melalui koordinasi dengan BPBD dan Pemerintah Kota Padang.
DPRD Kota Padang menutup rapat dengan menekankan bahwa penanganan krisis air bersih pascabencana harus menjadi prioritas bersama seluruh pemangku kepentingan.


























































