“Optimalisasi potensi wisatawan di Sumbar baik melalui pendekatan dan promosi langsung, maupun dukungan event pariwisata dan ekraf yang dilakukan berbagai pihak di luar Sumatera Barat. Sampai maret 2020 beberapa kegiatan dan event sudah dilakukan di jakarta, jambi dan pekanbaru”, kata Novrial.
Disparprov juga melakukan koordinasi dengan unsur pentahelix (industri, akademisi, komunitas dan media) memberikan sosialisasi melalui berbagai media untuk meyakinkan masyarakat dan wisatawan, bahwa sumbar adalah daerah yang aman untuk dikunjungi utk berwisata.
“Koordinasi juga dilakukan dengan pihak terkait lainnya seperti Angkasa Pura terkait optimalisasi SOP kedatangan wisatawan, dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan BIM tentang optimalisasi penggunaan thermo-scan communal di Bandara dan termometer infra-red di Pelabuhan Muaro dan Bungus, serta dengan Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit sekiranya terdeteksi adanya suspect”, ungkap Novrial.
Novrial juga sampaikan, keseriusan Gubernur dan Wakil Gubernur juga terlihat dengan reaksi cepat melaksanakan rapat koordinasi lintas pelaku dalam mengantisipasi ekses COVID-19 Senen tgl 9 maret 2020, dan peninjauan langsung kesiapan penanganan suspect pada beberapa rumah sakit milik Pemprov dan RSUP M. Jamil.























































