Rumah itu sendiri dibangun oleh seorang pedagang bahan bangunan kebangsaan Cina, Tjang Tjeng Kwai, pada tahun 1918. Setelah Indonesia merdeka, rumah tersebut pernah dijadikan markas perjuangan PRI, rumah dinas AURI, stasiun RRI, dan kantor pengurus KNPI Dati I dan II. Hingga pada tahun 1994 ditetapkan sebagai bangunan Cagar Budaya. (Salih/Rel)
Diguyur hujan lebat, La Nyalla Shalat Dhuhur di Rumah Pengasingan Soekarno

























































