“Pemimpin masa depan saja kita persiapkan sedini mungkin. Tentunya, pemimpin hari ini juga harus memiliki bekal ilmu agama,” ujar Mahyedi.
Ditambahkannya, hal ini semata-mata tak lain dan tak bukan hanya untuk menghadirkan pemimpin yang memiliki akhlaqul karimah, etika, sopan santun, dan jiwa yang besar.
“Sebagaimana kita ketahui, ada pemimpin di negeri ini yang tidak beretika, berjiwa korupsi, suka mengadu domba, dan melakukan penistaan. Dan kita tidak ingin, yang seperti itu ada di Ranah Minang yang kita cintai ini,” tutur Mahyeldi.
Pewarta : Zetri
Editor : Saribulih
Artikel Spirit Sumbar Lainnya
loading…



















































