Dia menjelaskan untuk pelajar SMA/SMK/MA yang berjumlah 13 orang, masing masing mendapat Rp 400 ribu. Sedangkan SMP/Mts berjumlah 17 orang, masing masing Rp Rp 300 ribu dan SD/MI 9 orang masing-masing Rp 250 ribu.
“Kekurangan dari dana santunan diambilkan dari Kas Anak Yatim Masjid Al Quwait. Mudah mudahan ada donatur yang akan ikut berpartisipasi untuk menalangi kekurangan tersebut,” ujarnya.
Bak gayung bersambut, Camat Lubuak Bagaluang, Heriza Syafani menyambut positif program Masjid Al Quwait ini. Dia membandingkan, di zaman Rasulullah, masjid merupakan pusat kegiatan umat. Bukan hanya sekedar ibadah shalat wajib saja.
“Ini hal yang patut disyukuri, adanya kerjasama masjid dengan pihak ketiga. Apalagi, pemberian santunan ini dilakukan rutin setiap pekan. Mudah mudahan ini terus berlanjut,” ujar Heriza Syafani yang mengaku baru 2 bulan bertugas sebagai camat di Kecamatan Lubuak Bagaluang.
Pada kesempatan itu, dia juga mengapresiasi penghapal Al Quran, Febri dengan dua lembar uang 50 ribu. Febri yang merupakan santri Tahfizh Masjid Al Quwait mendapat giliran tampil pada JBB pekan ke-15. Para Hafizh tampil secara bergiliran pada setiap pekan. “Luar biasa Masjid Al Quwait yang telah melahirkan Hafizh melalui program Tahfizh,” ujarnya.















































