Sunardi mengatakan bahwa berdasarkan hasil verifikasi lapangan, mayoritas lokasi tersebut sudah masuk dalam perencanaan program BBM Satu Harga.
“Dari empat titik yang diusulkan untuk dimunculkan lembaga penyalur segmentasi nelayan, tiga titik di antaranya sebenarnya sudah ada rencana pendirian lembaga penyalur BBM Satu Harga,” jelasnya.
Surnadi juga menyampaikan pentingnya aspek komersial dan keberlanjutan bisnis bagi investor. Bentuk fisik bangunan penyalur BBM akan disesuaikan dengan besaran pangsa pasar di wilayah tersebut.
“Kalau marketnya cukup besar, mungkin dibuat seperti bangunan SPBU reguler. Tetapi kalau segmennya kecil, kemungkinannya akan dibuat modular,” jelasnya.
Kunjungan ke Fuel Terminal Gunungsitoli
Dalam rangkaian kunjungan ke Nias Utara, BPH Migas juga menyambangi Fuel Terminal Gunungsitoli. Guna mengetahui ketahanan pasokan BBM untuk Kepulauan Nias.
Berdasarkan paparan, diketahui pasokan BBM dalam kondisi aman. Hingga tanggal 15 Januari 2026, stok Pertalite mencapai 14,4 hari dan Biosolar 8 hari. Stok ini akan semakin bertambah dengan masuknya kapal pengangkut BBM yang direncanakan tanggal 19 Januari 2026 mendatang.

















































