BPH Migas Dukung Optimalisasi Penyaluran BBM untuk Nelayan di Nias Utara

Wahyudi Anas: sektor perikanan mendominasi pekerjaan penduduk Nias Utara

oleh

Dukungan juga disampaikan Anggota Komite BPH Migas Bambang Hermanto. Agar aktivitas dan perekonomian masyarakat di Nias Utara meningkat, perlu dibangun penyalur BBM Satu Harga.

“Kepulauan Nias merupakan salah satu daerah terdepan dan terluar Indonesia, di mana Program BBM Satu Harga harus menjadi perhatian khusus kita. Kalau dilihat dari posisi masing-masing SPBU, jaraknya cukup jauh. Ada yang jaraknya 19 Kilometer (KM) hingga lebih jauh dari itu. Jika lokasi BBM Satu Harga sudah memenuhi syarat, pembangunannya hendaknya dipercepat agar tidak ada lagi masyarakat yang mengeluhkan harga BBM di sini mahal,” ungkap pria yang biasa dipanggil Baher ini.

Lokasi SPBU yang jauh, lanjut Baher, menjadikan masyarakat lebih memilih membeli BBM di luar SPBU. Alhasil harga yang harus dibayarkan menjadi lebih mahal.

“Kalau membeli di luar SPBU, penjual BBM tersebut tidak mungkin tidak dapat untung, sehingga yang muncul narasinya adalah BBM di Pulau Nias harganya mahal. Oleh karena itu, mari kita kolaborasi dan memperkuat peran agar BBM subsidi pemanfaatannya tepat sasaran,” ujarnya.

Menarik dibaca