Sementara itu Kapolres Agam AKBP Eko Budhi Purwono mengatakan bahwa pihaknya menurunkan 3 pleton personel ditambah kekuatan di masing-masing Polsek untuk melakukan pengamanan. Dua pleton ditambah personel dari Polsek Lubuk Basung kita kerahkan untuk pengamanan di Lapas tersebut. Sedangkan satu pleton lagi ditambah personel dari Polsek Tanjung Raya dikerahkan di Rutan Maninjau, katanya.
Terkait masalah tersebut Kalapas Lubuk Basung, Irwan mengatakan bahwa mengaku sangat senang dengan razia dan tes urine yang dilakukan BNN. Karena menurutnya, ini akan membantu menekan peredaran narkoba di lapas. “Kami sangat mendukung sekali razia ini,” ungkapnya.
Terkait ditemukannya puluhan handphone dan senjata tajam merupakan kelalaian dari petugas. Menurutnya, barang-barang itu dibawa oleh keluarga warga binaan saat membezuk. “Ini kelalaian kami dan akan segera kita perbaiki. Saat keluarga warga binaan membezuk, barang-barang ini luput dari pemeriksaan kami katanya. Hal ini sampaikannya bahwa dia beralasan, di karenakan petugas di Lapas Klas II B Lubuk Basung kekuarangan tenaga. Kita hanya memiliki 21 pegawai. Jumlah ini tidak sebanding dengan jumlah warga binaan. Kadang untuk petugas jaga, kita hanya menempatkan dua orang saja karena keterbatasan tenaga,” akunya.
























































