“Bibit jagung Super Hibrida bisi 18 dan Bisi 79, dengan produk 12,6 ton perhektar akan kita kembangan lagi di teknologi pertanian penastani yang akan diselenggarakan di Padang dan Padang Pariaman”, ujarnya.
Nasrul Abit juga ungkapkan, produktifitas tanaman padi dan jagung ini akan menjadi favorit dalam memajukan teknologi pada Penastani 2020 di Sumatera Barat, disamping aktifits lain tanaman, ternak, ikan dan lain-lain.
“Penastani tahun 2020 di Sumbar akan menampilkan bibit-bibit unggul terutama untuk padi dan jagung. Karena ini menjadi perhatian bagaimana kebutuhan pangan rakyat dapat dipenuhi dan mampu menjadi swasembada nantinya”, harapnya.























































