Hanya dalam waktu 12 menit setelah gempa utama, gempa susulan berkekuatan 6,4 terjadi. Beberapa gempa lainnya yang lebih kecil kemudian menyusul, semakin memperburuk situasi di daerah terdampak. Guncangan dari gempa ini tidak hanya dirasakan di Myanmar, tetapi juga di Bangkok, Thailand, hingga ke provinsi Yunnan di China.
Jumlah korban jiwa akibat gempa ini sangat tinggi. Berdasarkan laporan dari Junta Militer Myanmar per 29 Maret 2025, korban tewas mencapai 1.002 orang. Selain itu, lebih dari 2.376 orang mengalami luka-luka akibat runtuhnya bangunan dan tertimpa puing-puing.
Namun, menurut estimasi USGS, jumlah korban sebenarnya bisa jauh lebih tinggi. Pemodelan USGS memperkirakan jumlah korban jiwa bisa melampaui 10.000 orang, mengingat luasnya wilayah terdampak dan skala kehancuran yang terjadi.
Gempa ini menyebabkan kehancuran besar di beberapa kota besar di Myanmar, terutama di Mandalay, Naypyidaw, dan Yangon. Ribuan bangunan, termasuk rumah, gedung perkantoran, dan fasilitas umum, mengalami kerusakan parah atau runtuh sepenuhnya.























































