Selain itu, Suherman juga aktif dalam organisasi Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Pessel. Organisasi tersebut sekarang tengah digiatkan oleh Damyurizal.
Hidup dengan kondisi keterbatasan, Suherman tidak pasrah begitu saja. Beliau punya keahlian dan keterampilan untuk seterusnya diberdayakan.
Dia tidak ingin hidup meminta-minta. Akan tetapi, dia berharap malalui keterampilan yang dimiliki hendaknya dapat tersalurkan atas bantuan pemerintah daerah dan semua pihak lainya. Pada dasarnya adalah pemerolehan hak yang sama sebagaimana yang telah diatur dalam undang-undang berlaku.
“Semoga ada perhatian dari pemda. Sekarang saya dengar orang ramai -ramai membicarakan guru kontrak daerah di tingkat SD umum. Lalu, bagaimana dengan kami di Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB)? Kami juga ingin dikontrak. Atau sesuatu yang dapat memberdayakan kemampuan dan keterampilan kami”ujarnya.
Ungkapan tersebut menggambarkan supaya jangan ada melakukan deskrimnasi terhadap penyandang disabilitas yang fisiknya cacat.























































